Pergi dari hingar-bingar pasar malam
Dihari selasa tepat pukul 08.40 sedang ku tulis lewat note pada telephone genggam.
Selaras dengan cahayanya yang terik namun hangat.
Mungkin memang tidak jelas kesana kemari namun tulisan akan lebih tahu akhirnya berhenti hanya pada titik.
*** Jutaan mengampiri tetap saja saya butuh waktu. Sebab luka takkan begitu cepat rapat hanya karna singgah sesaat. Maka dari itu menolak diawal tidak akan terasa perih dibandingkan melukai dengan kebohongan rasa.
Tidak seperti yang lain mudah saja berganti kesana kemari hingga lupa untuk sembuhkan luka malah menambah luka. Cukuplah dengan sejenak pergi dari hingar bingar pasar malam atau kehidupan fana yang isinya hanya mementingkan kebahagiaan dunia. Sebut saja ' istirahat untuk dekat denganNya' lebih kuserasikan dengan kecintaan pada semesta
Semoga bermanfaat
Selaras dengan cahayanya yang terik namun hangat.
Mungkin memang tidak jelas kesana kemari namun tulisan akan lebih tahu akhirnya berhenti hanya pada titik.
*** Jutaan mengampiri tetap saja saya butuh waktu. Sebab luka takkan begitu cepat rapat hanya karna singgah sesaat. Maka dari itu menolak diawal tidak akan terasa perih dibandingkan melukai dengan kebohongan rasa.
Tidak seperti yang lain mudah saja berganti kesana kemari hingga lupa untuk sembuhkan luka malah menambah luka. Cukuplah dengan sejenak pergi dari hingar bingar pasar malam atau kehidupan fana yang isinya hanya mementingkan kebahagiaan dunia. Sebut saja ' istirahat untuk dekat denganNya' lebih kuserasikan dengan kecintaan pada semesta
Semoga bermanfaat


Komentar
Posting Komentar