Terpedaya
Source : Pinterest
pandangannya arah langit biru lagi abu
ia tidak pernah pergi dan mencoba kayuh sampan
ia menikmati gerak gelombang dari Sang Maha Esa
angin terus membawanya pergi jauh
hingga tak terlihat dari bibir laut
ia tertidur dengan ketenangan yang didapat
dalam pikirnya,
takkan pernah ada yg melihatku lagi karna aku sudah tenang
takkan ada yang mengganguku lagi karna aku tenang ditemani oleh yang paling menenangkan
jauh..jauh..
hingga yakin ia sudah pada 'tempat' naungan yg paling baik
ia berterima kasih kepada Semesta, telah diberikan pilihan bernaung paling baik
namun ia lupa untuk terus menjaga tempat itu agar tetap berlayar
sampai ketika sampan telah rusak digerus karang indah juga kokoh
ia tertegun dan bangun dari ketenangannya
ia berusaha memperbaiki, menambal dan menguras air agar tidak tenggelam
ia terus bertahan memperbaikinya
namun, ia juga merusak dan mengerus karang-karang itu dengan sampannya
tidak pernah terpikir sebelumnya
yang diharapkan, hanya terus berlayar tanpa memperhatikan sekitar, mencegah kemungkinan-kemungkinan
dengan tidak sengaja, ia telah merusak 3 sekaligus dalam satu pikirnya
dirinya yang lambat laun tenggelam, sampan yang rusak lalu tenggelam dan retanya karang



Komentar
Posting Komentar